Google
 
Web www.bellecozyzone.blogspot.com

Wednesday, 28 May 2008



Perilaku Anak Berawal dari ASI

Anak yang mendapat ASI cuma dua bulan lebih berpotensi berperangai buruk.

Ada Adi, 4,5 tahun, berarti ada keributan. Boleh jadi itu ungkapan yang tepat untuk bocah Taman Kanak-kanak itu. Pertengkaran tak cuma terjadi dengan temannya di sekitar rumah, di sekolah pun begitu. Ibunya mengeluh, tapi anak lelaki itu tak surut juga bertingkah-polah secara berlebihan. Cepat beradu mulut plus ringan tangan dan kaki.

Ada kemungkinan pemicunya memang beragam. Namun, bila menilik sebuah penelitian terbaru tentang kaitan asupan air susu ibu (ASI) dengan perilaku dan mental anak, ada baiknya si ibu bertanya kepada diri sendiri, "Apakah si anak mendapat ASI dalam masa yang cukup?"

Penelitian yang dilakukan Dr Katherine Hobbs Knutson, dari Departemen Psikiatri, Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa ASI secara signifikan mempengaruhi perangai sang anak di masa depan. Studi baru seperti dikutip dari HealthDay News ini menyebutkan, seorang ibu yang mencukupi asupan ASI bayinya tidak pernah melaporkan adanya masalah perilaku dan mental pada anaknya selama lima tahun fase pertumbuhannya. Namun, ditemukan anak yang cuma disusui selama dua bulan berpotensi berperangai buruk dibanding anak yang ditunjang ASI selama satu tahun.

"Ini merupakan indikasi jika memberi ASI selama pertumbuhan dapat memiliki efek pada anak," kata Hobbs. Studi melibatkan sekitar 100 ribu partisipan dari usia 10 bulan hingga 18 tahun. Dalam penelitian, orang tua ditanya seputar pemberian ASI dan perilaku dan mental anaknya.

Menurut spesialis anak, dr Soedjatmiko, selama proses menyusui akan terjadi interaksi penuh kasih sayang antara ibu dan buah hatinya. "Bayi merasa aman, nyaman, dan dilindungi sehingga terbentuk attachment basic trust sebagai landasan utama perkembangan emosi yang baik di kemudian hari," ujarnya.

Konsultan laktasi, dr Utami Roesli, SpA, mengungkapkan, bayi yang terpenuhi asupan ASI akan memiliki emotional quetient (EQ) dan spiritual quetient (SQ) yang baik. "Ini yang akan membentuk behave-nya," ucapnya. Dibanding susu formula, menurut dia, kontak langsung dari kulit ke kulit membuat buah hati lebih merasa dekat. "Ketika menyusui juga ada rangsangan terhadap panca inderanya. Bayi akan merasakan, melihat, mencium, dan mendengar sesuatu yang ada di dekatnya, termasuk keintiman
dengan ibunya." Anak yang diberi ASI akan tumbuh lebih cerdas dan sehat dibanding bayi dengan susu formula," kata Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia itu.

Keampuhan ASI pun sudah terbukti. Utami memberi contoh Skandinavia dan Swedia, dua negara yang sangat mendukung asupan maksimal ASI kepada bayi dengan membuat kebijakan cuti bagi orang tua. "Bukan cuti hamil untuk ibunya saja," ujarnya. Di kedua negeri itu, cuti dapat diambil satu tahun penuh. Empat bulan pertama pasangan suami-istri tetap mendapat 100 persen gaji. Mulai bulan kelima, gaji dibayar 80-90 persen. "Kebijakan ini yang membuat anak-anak di Swedia dan Skandinavia cerdas dan sehat.Di sana juga sangat sulit ditemukan susu formula," ia menambahkan. Lagi pula, ia menegaskan, menyusui itu merupakan proses bertiga, yakni istri,suami, dan anak.

Adapun pemenuhan ASI sudah harus dilakukan sejak bayi lahir sampai usia 6 bulan tanpa dicampur makanan atau cairan lain meski air putih sekalipun. "ASI diperlukan hingga usia bayi 2 tahun, tapi dengan makanan pendamping," kata Utami. Dari data yang dimilikinya, tercatat anak yang disusui ASI, IQ-nya lebih tinggi 12,9 poin pada usia 9 tahun.

Berdasarkan penelitian American Academy of Pediatrics, asupan ASI pada bayi juga membuat anak terhindar dari penyakit infeksi, seperti diare, radang paru-paru, dan radang otak. Studi juga mengindikasikan mereka lebih rendah risiko terkena obesitas, diabetes, dan kanker. Hal ini disebabkan oleh kandungan enzim dalam ASI mendukung sistem pencernaan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Terutama dari kandungan yang terdapat pada susu jolong atau kolostrum--cairan kuning kental pada awal menyusui sampai hari keempat dan ketujuh.

Tidak hanya untuk anak, menyusui juga sangat fungsional untuk kaum ibu. Menurut Utami, bagi ibu menyusui akan mencegah risiko anemia. Menyusui secara eksklusif selama enam bulan berdampak pada penundaan haid. Dengan demikian, ibu dapat menyimpan zat besi dan mencegah terjadi defisiensi zat besi yang memicu anemia. Lalu, isapan bayi pada payudara ibu juga akan mencegah perdarahan setelah melahirkan dan mempercepat involusi uterus (pengecilan rahim kembali). Selain itu, dapat mengurangi risiko terjangkit kanker payudara dan ovarium. "Banyak penelitian yang membuktikan adanya hubungan antara infertilitas dan tidak menyusui dengan peningkatan risiko terkena kanker," ucap Utami. Walhasil, dia menyimpulkan bayi akan sehat secara fisik, intelektual sekaligus emosional, jika hak ASI anak dapat dipenuhi oleh sang ibu. HERU TRIYONO

AGAR OPTIMAL

* Minta Inisiasi Menyusui Dini (IMD).
* Bayi jangan dipisahkan dari ibunya setelah melahirkan.
* Selama 48 jam pertama tidak diberi susu formula.
* Permintaan dan suplai ASI secara rutin (dikeluarkan 10 cc, maka diproduksi 10 cc)
* Ada dukungan emosi dari suami dan keluarga.
* ASI eksklusif saat bayi berusia 0-6 bulan.
* Konsultasi ke dokter (bila perlu).

Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2008/11/05/brk,20081105-144030,id.html



Read more.....

Sunday, 30 March 2008

A Mother's Prayer

I pray you'll be my eyes
And watch her where she goes
And help her to be wise
Help me to let go

Every mother's prayer
Every child knows

Lead her to a place
Guide her with your grace
To a place where she'll be safe



I pray she finds your light
And holds it in her heart
As darkness falls each night
Remind her where you are

Every mother's prayer

Every child knows
Need to find a place
Guide her with your grace
Give her faith so she'll be safe

Lead her to a place
Guide her with your grace
To a place where she'll be safe

*A Mother's prayer by Celine Dione

Read more.....

Friday, 28 March 2008

When Christabelle was born

23rd March 2008




Christabelle was born on sunday easter. She was 3.78 kg and 51cm, overdue 10 days and didn't look like newborn at all. As soon as she was taken out from my tummy (i had to do CS after 26 hours struggle to have the natural one but Belle wouldn't want to come out :) ) she cried so loud and open her eyes really big (even though they didn't look big at all as she got almond shape eyes) and look at the person who hold her. Anyway, me and hubby still think that She is the most beautiful creature we've ever seen :)

Read more.....

Saturday, 15 March 2008

Why Breastfeed



Why Breastfeeding is important?

Breastfeeding is the normal and most beneficial way for feeding. Your baby's growth and development depends on the food he/she gets. Breastfeeding provides all your baby's essential needs for growth, development and protection from illness and disease.

Best for baby

* Breastmilk meets all your baby's nutritional needs for the first six months
* Breastmilk changes during the feed, as well as over months and years, to meet your baby's changing nutritional, immunological and developmental needs
* Regular skin-to-skin contact and close interaction during breastfeeds encourages mutual responsiveness and attachment
* Breastmilk contains many anti-infective factors that help protect your baby from illnesses such as gastroenteritis and infections
* Breastfeeding lowers the risk of being overweight, obesity and diabetes in childhood and adulthood
* Babies who are breastfed have higher IQ scores and better jaw development
* Breastmilk is more easily digested than other milks and nappies smell less offensive


Best for mother

* Early suckling minimise bleeding after birth and helps your uterus return to its pre-pregnant state
* Breastfeeding aids a faster return to pre-pregnancy body weight as it uses kilojoules to make the milk
* Full breastfeeding delays the return of fertility
* Breastfeeding may reduce the risk of pre-menopausal breast, ovarian and endometrial cancers
* Breastfeeding may lead to stronger bones and less osteoporosis


Best for the family

* A healthier baby means reduced costs in doctor's visits and medicine
* Breastfeeding is cheap compared to formula feeding
* Breastfeeding is safe and convenient


* taken from Breastfeeding your Baby - NSW Health


Read more.....

Sunday, 20 January 2008

Giving Birth in Australia

Eversince i got pregnant, even before. I have a dream to give birth my baby in Sydney Australia. Why Australia? Well, first of all because i still have my permanent residence that supposed to be expired on August this year. As an Aussie PR i've been told that i have some beneficial privilege, facilities covered by Medicare (Health Insurance for Aussie Citizen and PR). Plus, my baby will get her Aussie citizenship automatically. Plus, possibility that Aussie govt will grant me A$5,000 know as baby bonus. But most of all perhaps because i constantly heard from my friends that currently reside in Australia about all the benefit they got having labor there.

Therefore, i started to bridge correspondence with some parties in Australia. First of all i contact the hospital where i intend to give birth. I chose Royal Prince Alfred Hospital (RPAH), because the location is the nearest to where i used to live and also close to Central Business District. Also i heard from some friends that the service in this hospital's excellent. Then i inform all my friends that still reside in Sydney, get their support and seek help to find accomodation. And i also check the immigration whether i'm still eligible to do such things.

Read more.....

  © Blogger template 'Portrait' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP